Touring Jakarta - Subang - Majalengka - Kuningan - Salem - Banjarnegara - Wonosobo - Dieng - Purwokerto - Wangon - Banjar - Bandung -Jonggol - Jakarta

Waw....judulnya gak kurang panjang tuh?
Ah biarin....
Turing kali ini terlaksana setelah gagal 3x dari plan awal...Pertama saya kena flu, kedua Ardhi ada acara, ketiga maag saya kumat...hadeh..
Saya dan om Ardhi berangkat dari Jakarta tanggal 12 Juli dan kembali ke Jakarta 14 Juli. Rute yang dipilih sengaja ambil jalur tengah untuk eksplorasi, sedari dulu penasaran rute tembus ke Purwokerto kalau dari Kuningan...




Berangkat dari Jakarta, pom bensin Shell Kalimalang, jumat jam 5.45 pagi. Rute kami menuju Sadang lalu Subang. Lewat Bekasi hari Jumat jam segitu udah mulai kena macet sedikit...jadi kami sampai di Subang jam 9 lewat. Rest sebentar untuk sarapan. Roti ajalah yang cepat di salah satu toko waralaba terkenal berlogo merah yang banyak di jalan dan selalu bersaing itu...(panjang amat untuk bilang Alfamart).
9.30 kami lanjut lagi ke arah Majalengka via Cikamurang. Setelah mencapai Majalengka, kami lanjut ke Palimanan lalu belok kanan ke Kuningan via Pasawahan. Ini jalan potong sebenarnya. Kalau tidak tahu jalur sini sebaiknya lewat Sumber. Lewat Pasawahan lumayan potong 15 menitan..Jam 11.45 kami sampai di desa Mandirancan untuk Jumatan.... 



Ini sebenarnya kampungnya kakek nenek saya, Google Maps memang kebetulan mengarahkan lewat sini cuma saya ambil jalur ke dalam untuk bisa lewat rumah kakek nenek saya yang sekarang dibeli om saya....kebetulan saat itu kosong jadi kami pun lanjut.. 


Rumah kenangan masa lalu..
.... ke arah Kuningan dan makan siang disana.




Di Kuningan kami isi bensin full karena tidak tau apakah ada pom bensin antara Kuningan - Ajibarang.
Kelar isi perut dan tangki bensin, kami pun mulai menembus Kuningan menuju Salem. 



Rute ini terus terang sempit, cukup untuk dua mobil tapi agak terlalu pas. Jalannya rata2 cukup bagus, agak bergelombang tapi okelah...
Jalannya pun variatif...Awalnya melewati banyak rumah penduduk, lalu sawah sawah dan kami pun menembus bukit, yang mungkin ada 5 atau 6 kali dilewati...

Rute menembus bukit ini seru, jalannya di beberapa spot cukup menanjak curam dan berliku tajam. Mungkin puncaknya adalah rute gunung Lio ( atau Leo? ) sebelum area longsor sekitar tahun 2017. Jalannya berliku tajam lalu menanjak dahsyat lalu turun dahsyat dan belok belok...




waw..
sesuatu banget...
Puncaknya adalah pemandangan area longsor, yang entah kenapa jadinya keren di foto ( padahal sih serem )




Lanjuut lagi ke arah Ajibarang - Purwokerto, setelah kami melewati lagi beberapa bukit, kami istirahat lagi di Alfamart. Lanjut lagi...kami mulai masuk jalur besar Tegal - Ajibarang sekitar jam 17 - 17.30an...dan ternyata disini lagi ada perbaikan jalan cor beton, sehingga kendaraan mesti jalan bergantian. 
Nah, ada beberapa oknum yang otaknya sangat amat kelewat cerdas sehingga mengambil arus lawannya ( jalur saya ), tidak mau antri....
Tepuk tangan dulu....
Bravo....
Jadilah kami stuck disana beberapa lama....
Untungnya ada tanah lapang yang bisa dipakai oknum oknum ber IQ kelewat tinggi itu untuk mundur dan parkir sementara...jadilah mereka mundur dan berjejer parkir agar jalur saya bisa maju.
Kepalang capek, kami pun putuskan sekalian magrib di SPBU terdekat..




Kelar magriban, kami lanjut ke arah Purwokerto. Disini saya tes coba nyalain lampu led Vahid MT24 terus menerus selama perjalanan, dan ternyata lampu Vahid MT24 ok saja dipakai nyala terus...lumayan terbantu pakai lampu ini walau jangan berharap berkualitas seperti lampu proyektor VRZ...hahaha
Udara sudah mulai dingin, karena musimnya..
Kami masuk Purwokerto sekitar jam 19...bingung cari makan akhirnya dapat tempat makan jam 19.30an..


makan sik...
Disini kami makan dan coba coba cari penginapan, walau akhirnya putuskan coba lanjut Wonosobo.
Kelar makan kami lanjut lagi ke arah Wonosobo via Banjarnegara. Saat awal jalan dari Purwokerto intercom saya mulai kasih warning low battery...dan akhirnya di posisi tengah tengah menuju Banjarnegara, intercom saya pun bungkam. Saya dan om Ardhi yang tadinya bisa saling kontakan kalau hilang dari pandangan pun akhirnya pasrah dan cuma bisa mengandalkan visual seperti sebelum pakai intercom. Untungnya jalur rute sudah mulai sepi jadi kami bisa berjalan tanpa harus terhalang banyak kendaraan. Sebenarnya intercom saya, FreedConn TMax, bisa di charge selama pemakaian, tapi saya tidak prepare powerbank, jadi ya sudahlah, buat lain kali. Lumayan juga intercom terus aktif dari jam 5.45 pagi hingga jam 20 malam, paling kami off saat jumatan dan break istirahat. 
Di tengah jalan, saya sampai berhenti untuk lapis sarung di dalam jaket saya. Saya sudah pakai pelindung dada tapi masih merasa dingin. Saya jadi agak rindu (lebay) dengan jaket Contin Lunatic lama saya yang lebih tertutup rapat ketimbang Contin Zirkon yang saya pakai sekarang....Zirkon banyak ventilasinya, mungkin saat terik membantu tapi saat dingin cukup wew...mungkin benernya saya harus beli tipe Osiris ya, yang ventilasinya bisa diatur...cuma saya gak suka model Osiris....hehehe
Akhirnya, sekitar 3-5 kilo menuju Banjarnegara kami pun menyerah karena dingin dan kecapekan dan memutuskan stay di Banjarnegara...eh ndilalah kami lewat hotel cukup besar di pinggir jalan, namanya Hotel Nyaman. Hotel yang baru buka November 2018 jadi kondisinya masih uuaaaapik banget dan harganya murah cuma 275ribu semalam untuk tipe tertinggi. Masuk hotel jam 21.30 dan kami pun istirahat...Lumayan juga riding dari jam 5.45 ke 21.30 ya....




Paginya bangun dan bersiap siap. Kami pun berangkat jam 6.30an ke Dieng.
Udara masih dingin dan kami pun isi bensin dulu di Banjarnegara.
Sampai di Wonosobo jam 8 an, dan putuskan sarapan di warung soto di pinggir jalan...lupa namanya apa, cuma karena butuh sarapan dan lihat tempatnya ramai dikunjungi orang saja makanya mampir...


Soto panas saat udara dingin...

Lanjut lagi ke Dieng dan kami pun sampai di Dieng Plateau sekitar jam 9.30an.
Tidak banyak yang kami kunjungi, cuma kawah Dieng dan foto foto di sekitar candi Arjuna. Padahal tadinya kami sudah list banyak tempat tapi hari sabtu itu kawasan Dieng lagi penuh... macet dan antri mobil panjang. Terus terang bikin kami males mau explore lebih jauh kawasan Dieng. Ini berbeda sekitar tahun 2010 saat saya ke Dieng bersama mertua saya. Masih sepi. Eh kemaren sudah bertebaran lapak lapak, flying fox, motor trail....saya sampai takjub...akibatnya sampah pun banyak berserakan...geleng geleng kepala saja liat sampah bertebaran ini...



Kebetulan saya dan Ardhi ini tipenya sama, tipe penikmat riding, bukan explore lokasi. Biasanya kami kalau sudah sampai di lokasi malah bingung mau ngapain karena lebih suka perjalanannya ketimbang tujuannya....#facepalm
Jadi ya sudah, kami putuskan balik saja ke Purwokerto untuk stay disana. Kenapa Purwokerto? Karena kalau kami stay di Dieng atau Wonosobo dan berangkat pulang subuh, jujur gak kebayang seperti apa dingin di perjalanan...Bayanginnya aja bikin males....
Kami sempatin makan siang Mie Ongklok yang terkenal di Wonosobo, "Longkrang"





Makan di kedai ini antrinya lumayan...kami menunggu hampir setengah jam untuk bisa makan... dua porsi mi tambah dua porsi sate kambing seharga 70ribu pun kami santap....
Lanjut pulang ke Purwokerto jam 14 an dan sampai di Purwokerto sekitar jam 16.00. Disini kami bingung mau nginep dimana, akhirnya browsing Agoda, kami pilih RedDoorz. Sepengalaman saya nginap di RedDoorz saat liburan ke Malang cukup baik. Dan saat liat harga 217rb di RedDoorz pun saya tutup mata langsung pillih.
Sampai di RedDoorz, saya dan Ardhi pun cuma cengengesan, karena tidak sesuai ekspektasi, apalagi setelah nginap di Hotel Nyaman Banjarnegara. Tapi ya sudahlah, what do you expect from a bargain price hotel? Kami sih tidak masalah hotel sederhana untuk numpang tidur, tapi setidaknya kami berharap kebersihannya terjaga...



itu sampah...

Setelah makan malam nasi goreng di warung depan hotel, saya pun tidur cepat supaya besok bisa bangun pagi. Jam 4.30 saya sudah bangun dan bersiap siap....jam 5 lewat beberes koper dan segala macam dan akhirnya 5.30 kami berangkat.
Rute kami sekarang via Bandung. Jadi kami lewat Wangon, Banjar, Ciamis lalu Bandung.




Udara Purwokerto bulan Juli saat pagi ternyata dingin. Coba kalau kami tetap nekat pulang dari Wonosobo jam 5.30...weleh...
Perjalanan pulang lewat Wangon ternyata keren juga...kami disuguhi jalan yang mulus, lebar dan berkelok kelok...manstab...

Setelah Majenang, kami berhenti istirahat dan menghangatkan badan dengan minum panas jam 7.30an ...




Lanjut lagi, perjalanan via Banjar, Ciamis lalu berhenti lagi istirahat di daerah Garut sekitar jam 10.30



Pantat sudah mulai pegal dan panas, kendaraan mulai macet...Terus lanjut ke Bandung via Nagrek, Cileunyi...Wah disini udah mulai capek dan bete karena traffic bandung yang padat. Sudah waktunya makan siang di Bandung dan saya putuskan makan di restoran langganan saya dulu saat masih kuliah dan sering main ke Bandung, RM Sari Bundo di dekat Telkom Gedung Sate dan C59.
Setelah sampai, eh sudah tidak ada. Tanya ke tukang parkir, katanya sudah pindah setahun lalu ke Cimahi. Si akang parkir saranin RM SariBundo satu lagi yang dekat jalan Suci, saya lupa pernah makan juga disitu dulu...
Ya sudah ke lokasi RM SariBundo satunya dan makan siang disana dengan menu favorit saya, Nasi Ayam Pop...
Nyam..



Perjalanan pulang kami lanjutkan. Tadinya bingung mau lewat Bekasi atau lewat Jonggol, tapi om Ardhi pilih Jonggol karena biasanya Bekasi macet. Ya sudah kami beriringan jalan via Cimahi - Padalarang. Wuih, macet di Cimahi seperti biasa....
Terus terang saya baru kali ini lewat Padalarang naik motor..dulu sering lewat sini tapi naik mobil...
Saya baru tau kalau jembatan Mandala sekarang sudah jadi jembatan umum...dulu terakhir lewat jembatan ini statusnya masih jalan / jembatan tol....berarti berapa tahun saya gak lewat sini? hahaha
Masuk belokan arah Jonggol sekitar jam 16 setelah istirahat sebentar di Alfamart untuk rehidrasi.
Ini juga pertama kalinya saya lewat Jonggol, sama sekali belum pernah lewat sini.
Jalannya gak bisa dibilang mulus...banyak gelombang dan rusak kecil. Tidak parah tapi jelas tidak nyaman. Rutenya berkelok naik turun. Jalannya lebar sih, karena bis, truk pun leluasa lewat sini...cuma ya gitu deh...
Karena ini akhir pekan dan Puncak mengalami buka tutup, banyak kendaraan yang pilih lewat sini, jadi saat kami lewat cukup banyak kendaraan. Saat sampai di Jonggol, tetiba intercom saya bungkam...
Saya tidak mendengar warning seperti saat di Purwokerto, membuat saya bertanya tanya kenapa intercom saya...coba pencet pencet tetap diam saja...
Ya sudah, dari Jonggol akhirnya pun kami diem dieman..Saya cuma andalin visual dan ikutin Ardhi sebagai RC. jalanan macet dan saya ikutin Ardhi yang lihai salip kanan kiri...
Akhirnya kami berpisah di belokan arah Narogong karena om Ardhi mau lewat Kranggan dan Pondok Gede.
Adios om Ardhi!
Saya pun nerusin perjalanan via Narogong dan muncul di Lagoon Bekasi dan akhirnya sampai di Pondok Kelapa sekitar jam 19.30
Alhamdulillah kelar perjalanan turing dengan menempuh total jarak sekitar 1065 kilometer...

By The Way, setelah saya coba charge intercom saya, dia pun hidup lagi....alhamdulillah, artinya bisa dipakai next trip...hip hip hurray!
Kemana yaaaaa?

Comments